Skip to main content
Oracle Kalahkan Google di Pengadilan Banding Amerika Serikat

Oracle Kalahkan Google di Pengadilan Banding Amerika Serikat

Oracle Kalahkan Google di Pengadilan Banding Amerika Serikat

Oracle Kalahkan Google di Pengadilan Banding Amerika Serikat, Google kalah dalam persoalan hak cipta yang dituntut perusahaan piranti lunak, Oracle, di Pengadilan Banding AS untuk Federal Sirkuit pada Selasa (27/3). Ketentuan itu jadi hal baru yang tertulis dalam peristiwa delapan th. konflik Google serta Oracle tentang Android.

Perusahaan yang berbasiskan di Mountain View itu disebutkan sudah tidak mematuhi undang-undang hak cipta waktu memakai piranti lunak Java open-source Oracle untuk membuat basis Android pada 2009.

Kasus ini waktu pertama kalinya dilayangkan Oracle pada 2010 ke pengadilan federal di California untuk Alphabet Inc. Oracle menuntut US$8, 8 miliar atau sama dengan Rp121 triliun.

Tercatat pada 2012, hakim mengambil keputusan kalau Java tidak layak dilindungi oleh undang-undang hak cipta. Dua th. lalu, pengadilan banding membatalkan ketentuan itu.

Ketentuan itu menimbulkan pertanyaan kembali apakah pemakaian API (application programing interface) Oracle oleh Google tidak mematuhi hukum hak cipta.

Empat th. lalu, hakim mengambil keputusan pemakaian API Oracle oleh Google yaitu sah menurut undang-undang pemakaian hak cipta. Ketentuan itu terlalu mungkin pemakaian gratis dari materi yang punya hak cipta dalam kondisi spesifik.

Oracle memajukan banding atas ketentuan itu. Akhirnya, ketentuan pengadilan berbalik, Oracle menjadi pemenang persoalan.

” Tidak ada keadilan dalam pengambilan karya cipta verbatim serta menggunakan untuk tujuan serta peranan yang seperti sama aslinya di basis saingan, ” catat panel Federal Sirkuit.

Oracle menyebutkan kalau ketentuan terkini itu juga akan membuat perlindungan beberapa pencipta serta pembeli dari pelecehan yang tidak mematuhi hukum atas hak-hak mereka.

Sesaat, Google menyampaikan mereka tengah menimbang langkah setelah itu. , ada potensi Google juga akan memajukan banding ke semua hakim di pengadilan. Mereka menyebutkan kekecewaan pada pengadilan yang sudah membalik ketentuan mereka.

” Kami kecewa pengadilan membalikkan penemuan hakim kalau Java terbuka serta gratis untuk kebanyakan orang. Model ketentuan ini juga akan buat aplikasi serta pelayanan on-line lebih mahal untuk pemakai. Kami memperhitungkan pilihan kami, ” sekian pernyataan juru bicara Google.

Google bukanlah salah satu perusahaan yang kalah dari ketentuan ini. Banyak yang tergantung pada piranti lunak open-source Java untuk meningkatkan basis mereka sendiri.

Ketentuan itu juga akan buat sebagian perusahaan mesti membayar lisensi piranti lunak spesifik atau mengembangkannya sendiri dari mula.</>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *