Menteri Agama Berharap Kasus Sukmawati Tak Diproses Hukum

Menteri Agama Berharap Kasus Sukmawati Tak Diproses Hukum

Menteri Agama Berharap Kasus Sukmawati Tak Diproses Hukum

Menteri Agama Berharap Kasus Sukmawati Tak Diproses Hukum, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan masalah puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri tidak butuh dibawa ke ranah hukum Karna putri Presiden RI pertama Soekarno itu telah mohon maaf.

Menurut dia, tambah baik permasalahan yang berakar dari kesalahpahaman ini dikerjakan melalui langkah dialog serta kekeluargaan.

” Tidak segala masalah ketidaksamaan pada kita, lantas lalu gampang sekali dibawa ke sistem hukum. Indonesia ini kan penduduk yang penuh kekeluargaan, sama-sama toleransi, sama-sama merhormati, menghormati pandangan yang beraneka, serta sama-sama memaafkan, ” tutur Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/4).

Lukman memanggil kalau kesalahpahaman dalam menangkap satu karya seni wajar berlangsung. Sebab, ekspresi yang di sampaikan seniman dapat diolah berlainan oleh penikmatnya. Terlebih, seandainya karya seni itu berisikan kalimat-kalimat metafora atau ungkapan tak segera yang dapat mengakibatkan interpretasi beraneka.

Terlebih dulu, ia mengakui sudah memohon Sukmawati utk mengemukakan permintaan maaf. Menurut dia, keinginan ini telah di sampaikan ke Sukmawati sebagian sementara yang kemarin.

Lukman mengakui telah mengetahui Sukmawati dengan sangatlah baik. Dia meyakini putri Proklamator itu tidak mempunyai kemauan utk berbuat tidak etis agama spesifik. Walau, kenyataannya puisi itu telah buat resah penduduk.

” Saya tempo hari merekomendasikan tambah baik serta dengan jiwa besar, beliau dapat mengemukakan permintaan maaf pribadi untuk mereka-mereka yang terasa tak nyaman dengan puisi itu. Demikian sebaliknya, yang beda bisa juga memaafkan pada apa yang di buat oleh ibu Sukmawati dengan puisinya itu, ” tuturnya.

Sukmawati dilaporkan ke polisi karna isi puisi ‘Ibu Indonesia’ dibacakannya pada acara ’29 Th. Anne Avantie Berkarya’ di Indonesia Fashion Week 2018 minggu kemarin.

Laporan pertama pada Sukmawati dikerjakan oleh seseorang pengacara bernama Denny Andrian. Laporan itu tercatat dengan nomor polisi : LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 3 April 2018.

Laporan ke-2 dikerjakan Ketua DPP Hanura Amron Asyhari. Laporan itu di terima dengan nomor polisi : LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 3 April 2018.

Sedang laporan ke-3 datang dari seseorang bernama M Subhan di Bareskrim. Laporan itu di terima dengan nomor laporan polisi : LP/445/IV/2018/Bareskrim. Sesudah itu Sukmawati juga dilaporkan Pengurus Pergerakan Pemuda Ansor Jawa Timur. Laporan itu di terima dengan nomor polisi LPB/407/IV/2018/UM/Jawa timur.</>

Siang barusan, dua elemen penduduk ikut memberikan laporan Sukmawati ke Bareskrim dengan argumen mirip.

Dalam semua laporan polisi itu, Sukmawati disangka tidak mematuhi Pasal 156 serta Pasal 156 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) perihal Penodaan Agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *