Maradona Indonesia, Zulkarnain Lubis Meninggal Dunia

Maradona Indonesia, Zulkarnain Lubis Meninggal Dunia

Maradona Indonesia, Zulkarnain Lubis Meninggal Dunia, Sepak bola Indonesia kembali kehilangan diantara sesudah bekas pemain Timnas Indonesia, Zulkarnain Lubis, wafat dunia pada Jumat (11/5) pagi.

Berdasar pada info dari account Instagram PSSI, @pssi_fai, Zulkarnain wafat jam 07. 45 WIB di Tempat tinggal Sakit Pertamina Pendopo Pali, Palembang, Sumatra Selatan karena serangan jantung.

Semasa karirnya jadi pemain, Zulkarnain sempat menguatkan PSMS Medan, Krama Yudha Tiga Berlian, serta Mercu Buana Medan.

Tetapi, karirnya menanjak saat berkostum Krama Yudha Tiga Berlian. Zulkarnain turut mengantarkan Krama Yudha memenangkan Galatama 1985 selesai menaklukkan Arseto Solo 1-0 di final.

Maradona Indonesia, Zulkarnain Lubis Meninggal Dunia

Karna prestasi itu Krama Yudha memiliki hak bertanding di Kejuaraan Club Asia (saat ini bernama Liga Champions Asia) musim 1985/1986. Di turnamen level Asia itu juga Zulkarnain mendapatkan julukan Maradona Indonesia karna kepiawaiannya produksi bola serta membawa Krama Yudha menduduki tempat ke-3 Piala Champions Asia musim itu.

” Zulkarnain lalu dijuluki Maradona Indonesia karna tampilan apiknya. Selamat jalan, Zulkarnain Lubis. Mudah-mudahan amal beribadah di terima di sisi-Nya, ” catat PSSI.

Kwalitas Zulkarnain yang lahir di Binjai, Sumatra Utara, itu tidak berhenti di level club. Dia juga jadi andalan Timnas Indonesia mulai sejak 1982-1987. Satu diantaranya tampak di Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan, dengan membawa Tim Merah Putih ke semi final.

Zulkarnain yang sempat berkostum PSM Makassar itu juga hampir melepaskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 1986. Sayang, Timnas Indonesia kalah dengan agregat 1-6 dari Korea Selatan di sesi ke-2 kwalifikasi zone B AFC, Juli 1985 yang lalu.

Timnas Indonesia kala ikuti Pra Piala Dunia 1986 di isi pemain-pemain bintang jenis Bambang Nurdiansyah, Herry Kiswanto, sampai Marzuki Nyakmad, dengan pelatih Sinyo Aliandoe. Herkis, sapaan akrab Herry Kiswanto, menyadari bekas partnernya itu miliki keahlian diatas rata-rata.

” Zul itu berposisi jadi gelandang serang. Keahliannya bagus, langkah bermainnya bagus juga, dapat jadi pembeda. Dia disegani lawan, karenanya layak di beri ‘gelar’ Maradona Indonesia, ” tutur Herkis pada CNNIndonesia. com.

” Itu titel yang berikan bukanlah wartawan Indonesia, namun wartawan dari luar kala membawa Krama Yudha posisi ke-3 Kejuaraan Club Asia. Saya ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya, saya kaget tidak menganggap, ” kata Herkis memberi tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *