Skip to main content
Inggris Ancam Rusia Terkait Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata

Inggris Ancam Rusia Terkait Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata

Inggris Ancam Rusia Terkait Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata

Inggris Ancam Rusia Terkait Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata, Kabinet Inggris melaksanakan sidang darurat hari Selasa (13/2) membicarakan pembunuhan bekas spion Rusia serta anaknya. PM Theresa May meneror Rusia dengan ” konsekwensi berat “.

Kemelut diplomatik pada Inggris serta Rusia meruncing, sesudah Perdana Menteri Theresa May menuturkan kalau Moskow „sangat mungkin saja ” ada dibalik usaha pembunuhan bekas spionnya Sergei Skripal serta putrinya di Inggris barat daya 4 Maret kemarin.

Theresa May menyebutkan di depan parlemen Inggris hari Senin (12/2), Skripal serta anaknya terserang dengan toksin saraf Novichok, yang cuma di produksi oleh Rusia. PM Inggris itu berikan batas saat hingga Selasa malam (13/2) pada Rusia buat menuturkan, bagaimana toksin saraf itu bisa diperoleh beberapa pembunuh.

Inggris meneror mau menarik konsekwensi berat pada Rusia serta mengajak sekutu-sekutunya di AS, Uni Eropa serta NATO buat melaksanakan hal yang sama. Amerika Serikat serta NATO menyebutkan mau mensupport London dalam penyidikan itu.

Sergei Skripal, 66, serta putrinya Yulia, 33, sekarang ini ada dalam keadaan gawat dirumah sakit sesudah diketemukan tidak sadar di bangku diluar pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris. Petugas penyidik dengan baju anti senjata biologis dikerahkan untuik menyelidiki tempat serangan.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyebutkan, Washington mempunyai ” keyakinan penuh ” pada penyelidikan di Inggris. Dia beri tambahan, ” nyaris tidak bisa dipahami ” kalau suatu negara masih tetap memakai zat beresiko ini ditempat umum.

” Kami sepakat (dengan Inggris) kalau mereka yang memikul tanggung jawab – baik aktor kejahatan ataupun mereka yang memerintahkan – mesti hadapi konsekwensi serius, ” kata Rex Tillerson pada wartawan.

Sejarah pembunuhan oleh negara

PM Inggris Theresa May menyebutkan di depan parlemen Inggris, Moskow ” mempunyai histori pembunuhan yang disponsori negara ” serta lihat beberapa pembelot seperti Sergei Skripal jadi tujuan yang layak terserang. ” Pemerintah (Inggris) sudah menyimpulkan kalau begitu mungkin saja, Rusia memikul tanggung jawab atas aksi pada Sergei serta Yulia Skripal, ” tandasnya.

Pemerintah Inggris berikan Moskow batas saat hingga hari Selasa malam buat mengungkap perincian pengembangan program senjata biologis Novichok pada organisasi internasional buat pengawasan serta larangan senjata kimia.

Jika ” tak ada respon yang kredibel “, jadi dapat diambil kesimpulan kalau serangan itu yaitu ” pemakaian kebolehan yg tidak sah oleh negara Rusia melawan Inggris “, kata Theresa May. Dia berjanji, Inggris mau menjawab dengan ” rangkaian aksi keras “.

Harian Daily Telegraph memberikan laporan, Inggris telah berkonsultasi dengan sekutu-sekutunya di NATO berkenaan peluang mengaplikasikan prinsip pembelaan umum Pasal 5. Hal itu bermakna, serangan pada Inggris mau diliat jadi serangan pada NATO keseluruhannya.

Pemerintah Rusia bantah ikut serta

Presiden Rusia Vladimir Putin menepis pertanyaan berkenaan keterlibatan Moskow. Pada stasiun tayangan BBC dia menyebutkan, pertama-tama mesti dinanti pengusutan yang mendasar, ” baru lalu kita mau membicarakan hal semacam ini. ”

Pemerintah Rusia terlebih dulu mengatakan tuduhan Theresa May jadi ” pertunjukan sirkus ” serta suatu usaha buat meruntuhkan keyakinan dunia pada Rusia mendekati penyelenggaraan Piala Dunia Sepakbola musim panas ini. Pernyataan PM Inggris yaitu sisi dari ” kampanye politik berdasar pada provokasi, ” kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova.

Sergei Skripal yaitu seseorang bekas perwira intelijen militer yang dipenjara lantaran jual rahasia Rusia ke London. Dia geser ke Inggris dalam suatu program pertukaran mata-mata th. 2010 serta lalu bertempat di Salisbury.

Pakar farmakologi menyebutkan, Novichok yaitu satu dari lebih dari 100 toksin saraf yang diperkembang Rusia pada bagian akhir masa Perang Dingin serta ” lebih beresiko serta mutakhir ” dibanding zat Sarin atau VX.</>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *